Rabu, 03 Agustus 2011

Workshop Teater dari Black Rose Theater dan Teater Pictorial Bandung

Hari Minggu, tanggal 24 Juli 2011
 
Hari ini akan diadakan Workshop dan Pertunjukan Teater di Bentara Budaya Bali. Workshop ini diadakan atas  kerjasama Black Rose Theatre dan Teater Pictorial dari Bandung, serta Bentara Budaya Bali.
Kebetulan, aku dan kawan-kawan mendapatkan kesempatan baik menjadi Liaison Officer untuk acara tersebut. Kami berusaha untuk mendatangkan peserta workshop dari berbagai kalangan, mulai dari teater SMA, komunitas-komunitas, dan kelompok teater yang ada disekitar daerah Denpasar dan Gianyar.
Workshop tersebut diikuti oleh kawan-kawan dari berbagai sekolah maupun universitas termasuk aku dan teman-teman yang menjadi Liaison Officer.
Workshop berjalan menyenangkan, bahkan sangat mengasyikkan. Workshop dimulai dengan duduk melingkar di dalam ruang pameran BBB. Satu persatu memulai dengan perkenalan. Berdiri, menyebutkan nama, lalu membuat sebuah gerakan kecil yang dilanjutkan oleh teman selanjutnya, begitu seterusnya, gerakan itu semakin lama semakin besar, hingga ada peserta workshop yang sampai-sampai harus melompat, saking bersemangatnya.. hahaha.
Setelah itu dilanjutkan dengan simulasi stimulus-respon. Jadi, dalam teater, seorang aktor harus mampu merespon pemain lainnya. Dengan begitu, suasana pertunjukan akan menjadi semakin hidup.
Respon pun dibagi menjadi dua, ada menerima dan menolak (wah, seperti cinta saja, hahaha). Jika diterima, orang yang menerima harus meneruskan ke orang lain, tetapi jika ditolak, orang yang memberikan tadi harus mencari orang lain. Dalam sesi ini, diperlukan konsentrasi dan kemampuan eye contact ketika menerima ataupun mersespon orang lain.
Selanjutnya adalah permainan berpasangan. Salah satu orang harus menunjuk lawannya dengan ibu jari dan tugas dari lawaannya ialah mengikuti arah telunjuk itu kemanapun diarahkan dengan kedua fokus mata yang baik. Begitu selanjutnya bergantian.
Lalu permainan "binatang-binatangan" setiap peserta workhop diminta berperan menjadi seekor binatang, tetapi kemudian dalam waktu cepat, peserta dibagi menjadi dua kelompok dan setiap kelompok mesti menjadi seekor binatang. Dalam hal ini, mereka harus bekerja sama, ada yang menjadi kepala, tangan, badan, kaki, ataupun ekor. Nah proses menjadi satu tubuh itu selain memerlukan kerjasama, juga butuh empati dan konsentrasi.
Setelah itu, ditutup dengan olah pernapasan dan diskusi singkat mengenai kesan yang telah dialami peserta dalam workshop tadi.
KESIMPULANNYA, Workshop pendek ini bertujuan untuk mempelajari hal-hal mendasar dalam teater, seperti: stimulus- respon, konsentrasi, vokal, olah napas, olah rasa, kerjasama dan saling empati. Pada dasarnya sebuah workshop adalah sebuah cara bagaimana pemateri workshop memaparkan apa yang dia miliki dan dengan cara itu semua peserta workshop tumbuh bersama. Akhirnya beberapa materi workshop tidak sekedar berpengaruh pada proses mencipta teater tetapi juga sebagai simulasi bagi kehidupan keseharian. Seorang teatrawan tidak mungkin bermain baik jika ia tidak memiliki empati pada seluruh pendukung pentas lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar